UNTAD Resmi Buka Program Profesi Insinyur

UNTAD Resmi Buka Program Profesi Insinyur

UNTAD Resmi Buka Program Profesi Insinyur

Palu- Universitas Tadulako resmi membuka Program Studi  Program Profesi Insinyur (PS-PPI).  Universitas Tadulako (Untad) menjadi satu-satunya Universitas di Propinsi Sulawesi Tengah yang  dipercaya untuk membuka program profesi insinyur. Ungkapan gembira itu disampaikan oleh Rektor Universitas Tadulako Bapak Prof. Dr.Ir. Mahpudz, MP, IPM, Asean Eng (09/09/2020). “Izin Pembukaan Program Studi Program Profesi Insinyur sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 811/M/2020 tanggal 2 September 2020.”(ujarnya)

Dikatakan Rektor, Program Profesi Insinyur merupakan amanat UU Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Hari ini dan beberapa waktu ke depan, Sulawesi Tengah akan kedatangan tenaga kerja insinyur dari berbagai negara dan daerah lain diluar Sulawesi Tengah yang sudah mengantongi sertifikasi, sehingga profesi insinyur ini sangat dibutuhkan oleh semua sarjana teknik dan disiplin ilmu terapan lainya. Setelah program ini dibuka, Rektor berharap, semua lulusan mahasiswa Fakultas Teknik, , Fakultas Pertanian, Fakultas Kehutanan, Fakultas MIPA, dan  Fakultas Peternakan  dan Perikanan    mengikuti Program Profesi Insinyur ini sebagai tambahan gelar.

 “Setelah kurang dari satu tahun berproses, akhirnya kami memperoleh izin untuk membuka Program Profesi Insinyur ini.   Profesi Insinyur ini sangat dibutuhkan oleh semua sarjana teknik, sarjana pertanian, sarjana kehutanan, sarjana peternakan, sarjana perikanan dan terapan lainnya di Sulawesi Tengah. PS-PPI ini merupakan program lanjutan bagi sarjana teknik  dan ilmu terapan lainnya dalam meningkatkan profesionalisme insinyur sebagai profesi yang handal dan berdaya saing,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama Prof.Dr.Ir.Amar, ST, M.T, IPU, Asean Eng, menghaturkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah meluangkan waktunya dan jerih payahnya sehingga Universitas Tadulako dipercaya membuka Program Studi Profesi Insinyur. “ Dukungan yang terbesar selain dari Bapak Rektor datang dari Pemerintah Daerah dan Stakholdrer terutama Pihak Industri, dimana geliat Industri di Sulawesi Tengah begitu sangat menjanjikan dengan tumbuhnya sektor Industri Besar di Sulawesi Tengah” ujarnya

Amar yang juga selaku, Ketua Wilayah  Persatuan Insinyur  Indonesia (PII) Provinsi Sulawesi Tengah, berharap  Peningkatan kualitas menjadi hal utama yang diperlukan untuk bersaing di tengah globalisasi yang terjadi di Indonesia saat ini. Persaingan dengan tenaga profesional asing dari negara luar sudah banyak sekali terjadi di berbagai bidang keahlian, termasuk insinyur. Amar Juga menjelaskan bahwa program ini tidak hanya dapat diikuti oleh para lulusan muda sarjana teknik dan ilmu terapan lainya, namun juga oleh para senior yang sudah lama bekerja dalam industri ini. “Perlu kita ingat bahwa yang dimaksud dengan insinyur dalam bidang teknik adalah gelar profesi, dan untuk memperoleh gelar tersebut perlu untuk mengikuti program yang dibuka oleh perguruan tinggi. jelasnya.

Dalam kesempatan terpisah Dekan Fakultas Teknik Universitas Tadulako, Dr.Ir.Eng Andi Rusdin, ST,MT,M.Sc, Asean Eng, merasa bersyukur dan bangga bisa memberikan hasil yang terbaik untuk Universitas Tadulako, “ tapi sekarang kita tinggal mempersiapkan penerimaan mahasiswa dengan  membuka program untuk para senior yang sudah lebih dahulu lulus dengan mengikuti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL),” jelasnya. Rusdin juga  menjelaskan bahwa keinsinyuran adalah kegiatan Engineering dengan menggunakan kepakaran dan keahlian berdasarkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi diberbagai profesi terapan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya guna secara berkelanjutan dengan memperhatikan keselamatan, kesehatan, kemaslahatan, serta kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. “Inysa Allah kita akan memberi kesempatan dan pelayan yang terbaik dalam penerimaan mahasiswa baru di Program Studi Profesi Insinyur untuk lulusan sarjana teknik, sarjana pertanian, sarjana kehutanan, sarjana peternakan, sarjana perikanan  dan ilmu terapan lainnya, termasuk tenaga pengajar dan fasilitas lainya” ujarnya ( tmk)